Listrik padam saat sedang bermain game, bekerja, atau menyelesaikan pekerjaan penting tentu bisa mengganggu aktivitas. Perangkat yang mati secara tiba-tiba juga berisiko menyebabkan pekerjaan yang belum tersimpan hilang.
Selain listrik padam, tegangan yang terlalu rendah, terlalu tinggi, atau tidak stabil juga dapat memengaruhi perangkat elektronik. UPS (Uninterruptible Power Supply) dapat menjadi solusi dengan menyediakan daya sementara ketika listrik utama terputus. Beberapa jenis UPS juga dilengkapi AVR (Automatic Voltage Regulation) untuk membantu menjaga tegangan tetap lebih stabil.
Namun, memilih UPS bukan berarti harus mencari kapasitas terbesar. UPS sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan perangkat.
4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih UPS
1. Hitung Total Watt Perangkat
Hal pertama yang perlu diketahui adalah berapa total daya yang digunakan perangkat.
Anda dapat melihat informasi Watt pada label perangkat, adaptor, atau spesifikasi produk. Jika ingin mendapatkan pengukuran yang lebih praktis, Anda juga dapat menggunakan Watt Meter.
Sebagai contoh, Anda ingin menggunakan UPS untuk:
PC Gaming: 350 W
Monitor: 40 W
Router: 10 W
Total beban:
350 W + 40 W + 10 W = 400 W
Disarankan memilih UPS dengan ruang cadangan 20–30% dari total beban.
Untuk beban sekitar 400 W, salah satu yang bisa dipertimbangkan adalah PRO1200SFCU (1.200 VA / 600 W). Kapasitas lebih besar memberi ruang cadangan sekaligus backup time yang lebih lama.
2. Perhatikan Watt dan VA
Watt (W) menunjukkan daya yang digunakan perangkat, sedangkan VA (Volt Ampere) menunjukkan kapasitas UPS.
Karena Watt dan VA berbeda, jangan hanya melihat angka VA. Pastikan output Watt UPS cukup untuk menangani total beban perangkat.
3. Tentukan Backup Time
Backup time adalah perkiraan durasi UPS dapat menyuplai daya ketika listrik utama terputus.
Durasi ini dipengaruhi oleh kapasitas baterai dan terutama besar beban yang terhubung. Semakin besar beban, semakin cepat daya baterai digunakan.
Tentukan terlebih dahulu kebutuhan Anda. Apakah UPS hanya diperlukan untuk memberikan waktu menyimpan pekerjaan dan melakukan shutdown, atau perangkat perlu tetap beroperasi selama pemadaman?
Untuk membantu memperkirakan kebutuhan, Prolink menyediakan Backup Time Calculator pada website ini.
4. Pilih Jenis UPS yang Sesuai
Jenis UPS perlu disesuaikan dengan kebutuhan perangkat.
Line Interactive UPS dapat digunakan untuk kebutuhan umum seperti:
PC gaming
PC kantor dan workstation
Router dan perangkat jaringan
CCTV
Perangkat kasir
Perangkat elektronik rumah dan kantor
Prolink menyediakan Line Interactive UPS dengan kapasitas 650 VA hingga 3.300 VA. Beberapa seri juga dilengkapi AVR untuk membantu mengatur tegangan saat terjadi kondisi tegangan terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Sementara itu, Online UPS lebih sesuai untuk sistem yang membutuhkan kontinuitas dan perlindungan daya lebih tinggi, seperti:
Server
Data center
Sistem telekomunikasi
Perangkat medis
Infrastruktur IT
Sistem industri dan bisnis kritis
Online UPS menggunakan teknologi double conversion dan memiliki zero transfer time, sehingga dapat memberikan suplai daya yang lebih terkontrol ketika terjadi gangguan pada sumber listrik.
Prolink menyediakan Online UPS dengan kapasitas 1 kVA hingga 600 kVA, termasuk lini Master II, Professional II+, dan Titan.
Rekomendasi UPS untuk PC Gaming
Untuk PC gaming, jangan hanya menghitung daya CPU.
Pastikan Anda menghitung seluruh perangkat yang akan terhubung ke UPS, misalnya:
PC + Monitor + Router + Perangkat Pendukung
Sebagai contoh:
PC 350 W
Monitor 40 W
Router 10 W
Total = 400 W
Untuk kebutuhan tersebut, UPS dengan output 600 W seperti PRO1200SFCU dapat menjadi salah satu pilihan karena memberikan ruang kapasitas di atas total beban tersebut.
Tentunya, kebutuhan setiap PC gaming berbeda. PC dengan GPU kelas tinggi dapat memiliki konsumsi daya yang jauh lebih besar, sehingga perhitungan total Watt tetap menjadi langkah utama.
Jadi, Berapa Kapasitas UPS yang Dibutuhkan?
Tidak ada satu kapasitas UPS yang cocok untuk semua perangkat. Gunakan langkah sederhana berikut:
1. Hitung Total Watt
Jumlahkan daya seluruh perangkat yang akan terhubung.
2. Pilih Output Watt yang Memadai
Pastikan output UPS berada di atas total beban dan memiliki ruang cadangan.
3. Cek Kapasitas VA
Sesuaikan kapasitas VA dengan kebutuhan dan output Watt UPS.
4. Tentukan Backup Time
Pilih sesuai berapa lama perangkat perlu tetap menyala saat listrik padam.
5. Pilih Jenis UPS
Gunakan Line Interactive untuk kebutuhan umum seperti PC gaming, rumah, dan kantor. Untuk sistem yang lebih kritis, pertimbangkan Online UPS.
Jangan Asal Pilih UPS
Memilih UPS bukan sekadar mencari kapasitas VA terbesar. Yang lebih penting adalah menyesuaikannya dengan total Watt, kapasitas VA, backup time, dan jenis perlindungan yang dibutuhkan.
Hitung Watt. Cek VA. Tentukan Backup Time. Pilih jenis UPS yang sesuai.
Dengan begitu, Anda dapat memilih UPS yang sesuai dengan kebutuhan perangkat, baik untuk PC gaming, rumah, kantor, maupun sistem yang membutuhkan perlindungan daya lebih tinggi.
Cari tahu lebih lanjut mengenai UPS Prolink dan pilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.



